Mengulas Tentang Gastritis, Penyakit Sistem Pencernaan Pada Lambung

Mengulas Tentang Gastritis, Penyakit Sistem Pencernaan Pada Lambung

Sistem pencernaan manusia terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus yang mana ini merupakan kesatuan yang tidak dapat dihindari satu sama lain. Fungsi utama sistem pencernaan manusia adalah sebagai pencernaan nutrisi bagi tubuh. Namun tetap saja, penyakit sistem pencernaan selalu mengintai salah satu organ-organ tersebut apabila kita tidak pandai dalam mengatur kesehatan diri.

Salah satu penyakit yang mengintai sistem pencernaan kita adalah gastritis. Gastritis sendiri adalah penyakit pada lambung dimana terjadi peradangan pada dinding-dinding lambung. Pada dinding lambung atau dalam bahasa ilmiah dikenal dengan mukosa lambung, terdapat kelenjar yang berfungsi memproduksi asam lambung serta enzim pencernaan yang dikenal dengan enzim pepsin. Pada mukosa lambung sendiri terdapat lendir atau mukus tebal yang mana jika mukus itu rusak, maka dinding lambung akan rentan terhadap peradangan. Pada saat inilah gastritis terjadi.

Pada umumnya, gastritis dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

  • Gastritis akut, dikatakan akut apabila rasa sakit pada ulu hati yang hebat datang dengan tiba-tiba. Namun, rasa sakit ini hanya bersifat sementara.
  • Gastritis kronis, peradangan pada tahap kronis datang secara perlahan-lahan dan dalam tempo waktu yang lama. Nyeri yang ditimbulkan pun sebenarnya lebih ringan, namun terjadi dalam tempo waktu yang lebih lama dan dengan frekuensi yang lebih sering. Dalam tahap kronis ini menyebabkan adanya struktur lapisan lambung yang berubah dan beresiko menyebabkan kanker lambung.

Seperti yang sudah disampaikan di awal, bahwa ketika mukus rusak maka dinding lambung akan rentan terhadap peradangan. Berbagai hal yang dapat mengakibatkan rusaknya mukus lambung, yaitu:

  • Adanya infeksi bakteri. Terdapat banyak jenis bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. Namun, Helicobacter pyloriadalah yang paling sering terlibat. Selain faktor kebersihan, pola makan serta pola hidup sangat mempengaruhi perkembangan bakteri.
  • Pertambahan usia. Seiring bertumbuhnya usia, lapisan pelindung mukosa juga melemah dan mengalami penipisan. Keadaan inilah yang mengakibatkan gastritis sering menjangkit lansia.
  • Konsumsi obat pereda nyeri yang menerus. Konsumsi obat pereda nyeri secara menerus dapat menghambat adanya proses regenerasi pada lapisan pelindung mukosa yang berakibat pada pelemahan dan kerusakan di dinding lambung hingga mengakibatkan peradangan yang rentan terjadi.

Gejala yang ditimbulkan oleh gastritis sendiri berbeda antar satu penderita dengan penderita lain. Namun, dalam beberapa kasus gastritis tidak menimbulkan gejala yang berarti. Dibawah ini adalah beberapa gejala yang umumnya akan timbul, yaitu:

  • Ulu hati terasa nyeri yang perih dan panas.
  • Perut menjadi kembung.
  • Mual dan muntah.
  • Hilangnya nafsu makan.
  • Ketika buang air besar, tinja berwarna kehitaman.
  • Dalam tahap lebih lanjut, terjadi muntah darah.

Namun tidak semua nyeri yang dialami perut menandakan adanya gastritis. Beberapa penyakit juga menampakkan gejala yang hampir mirip, seperti batu empedu dan crohn.

Bagi Anda yang sudah terjangkit penyakit ini dan ataupun yang ingin mencegah penyakit sistem pencernaan ini, Anda dapat melakukan hal-hal sederhana dibawah ini, yaitu:

  • Menghindari minuman, makanan, serta kebiasaan yang dapat meningkatkan kadar asam lambung.
  • Pastikan mengkonsumsi masakan yang sudah benar-benar matang.
  • Selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.
  • Mematuhi arahan dokter, konsumsi obat yang hanya diresepkan oleh dokter saja.
  • Kurangi frekuensi merokok.
  • Menerapkan pola makan yang lebih sehat.
  • Harus dengan pengawasan dokter jika ingin mengkonsumsi obat pereda nyeri.

admin

shares